<< Blog Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi >>
                                                                                                           EnglishGermanDutchRussianJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

Perakitan Personal Komputer

Merakit computer merupakan hal yang menarik dilakukan, mulai mengetahui komponen computer secara fisik dan fungsinya, menghubungkan antar komponen computer (CPU), memastikan rangkaian komponen pada CPU sudah sesuai, dan menghidupkannya.

Hal – hal yang perlu diperhatikan sebelum merakit computer (CPU):
  • Hindari berkeringat, mungkin keringat jatuh ke alat yang kita rakit, saat dinyalakan power supply terjadilah hubungan pendek (short contact) dan rusak.
  • Hindari menyentuh langsung pin prosesor termasuk chipset. Mungkin ada listrik statis tubuh kita, merusak komponen tersebut. Mencegahnya harus meng-ground-kan, dengan cara memegang casing saat power dihidupkan / memakai gelang anti statis.
  • Setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen baru power supply harus dimatikan. Memasang komponen saat power supply hidup dapat merusaknya.
  • Jangan lupa, siapkan peralatan yang dibutuhkan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.

Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
  1. Penyiapan motherboard
  2. Memasang Prosessor
  3. Memasang heatsink
  4. Memasang Modul Memori
  5. memasang Motherboard pada Casing
  6. Memasang Power Supply
  7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  8. Memasang Drive
  9. Memasang card Adapter
  10. Penyelesaian Akhir
Penyiapan motherboard

Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu

  1. menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  2. Turunkan kembali tuas pengunci.


Jenis Slot
  1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
  2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
  3. Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga masuk ke lubang slot.

Memasang Heatsink

Fungsi heatsink membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink. Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gel penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.


Memasang Modul Memori
    Memori umumnya dipasang urut dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari motherboard. Tiap jenis memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul. Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut :
  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
  3. Dorong hingga tegak pada slot, tuas pengunci akan otomatis mengunci modul.


Memasang Motherboard pada Casing
Cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Tentukan lubang setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang terpasang motherboard dan kunci dengan sekerup.


Memasang Power Supply

Beberapa casing sudah ada power supply. Bila tidak ada, pemasangannya sebagai berikut:
  1. Masukkan power supply pada rak casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
  2. Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.


 Cara Memasang Adapter:
  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada



Memasang Kabel Motherboard dan Casing

Setelah motherboard di casing, selanjutnya pasang kabel I/O motherboard dan panel casing :
  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat

Memasang Drive

Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
  1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan, atur dahulu seting jumper jika diperlukan.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekerup drive dan casing, pasang sekerup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE / SATA ke drive dan konektor di motherboard.
  5. Ulangi langkah 1 sampai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung dua drive atur seting jumper (Master / slave).
  7. Konektor IDE secondary motherboard dapat menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard.
  9. Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.



Memasang Card Adapter

Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.

Penyelessaian Akhir
  1. Pasang penutup casing dengan menggeser
  2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
  3. Pasang konektor monitor ke port video card.
  4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
  5. Hubungkan konektor keyboard dan konektor mouse ke port masing - masing
  6. Hubungkan piranti eksternal lain, speaker, joystick, microphone ke port yang sesuai.


Menguji Hasil Perakitan Komputer

Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.

Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian


Perintah Setup BIOS  :
Jangan lupa silahkan beri komentar .....

  • Load BIOS Default : set BIOS ke konfigurasi permanen awal pabrik (Default) – tidak optimal
  • Load SETUP Default : set BIOS ke konfigurasi optimal
  • Supervisor Password : set password agar setup tidak dapat diubah sembarang orang
  • User Password : sama Supervisor password tapi levelnya lebih rendah
  • Save and Exit Setup : menyimpan konfigurasi yang telah dilakukan dan keluar dari setup BIOS

Penanganan Masalah

Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
  • Komputer / monitor tidak nyala, disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  • Card adapter tidak terdeteksi, pemasangan card belum pas ke slot.
  • LED hardisk, floppy / CD nyala terus, pemasangan konektor/ada pin belum pas terhubung.

No comments:

Post a Comment